See, Hear, Read, Feel

ReviewReviewReviewReviewDisney On IceMay 5, '08 9:33 PM
for everyone
Category:Other
I would say this is one of the most anticipated event of the year. This is my second time watching disney on ice. The first one is when I was a little one =p

dimulai tepat pukul 19:30, kita langsung bertemu dengan mickey, minnie, donald dan daisy juga goofy yang sibuk dengan koper yang dibawanya :P tokoh-tokoh disney yang didatangkan adalah lilo & stitch, 101 dalmation, lion king, little mermaid dan peterpan.

what I love the most is the choreography. gilaaa, itu sumpah kereeeen.. walaupun mereka harus bergerak di atas es, tapi mereka lincah banget. terutama si pumba dan timon. huhuhu. lucunyaaa~

tapi aku salut banget dengan pemain Cruella De Ville yang bener-bener menghayati perannya dan koreografinya bener-bener menunjukkan bahwa dia itu mean and evil berat. udah gitu, yang jadi peterpannya ganteng. kalah deh pangeran yang ada di little mermaid :D

mungkin pada bingung kenapa aku kasih bintang 4 untuk acara sebagus ini. semuanya oke, pertunjukkannya oke banget. tapi satu hal yang mengganggu, yaitu pengaturan kursinya. menurut aku sih itu cukup berantakan. kasian anak-anak kecil yang dapet tiket silver (seperti saya ini) yang harus sampai berdiri untuk menyaksikan karakter favorit mereka beraksi. harusnya setiap satu baris dibuat satu undakan sehingga para penonton menjadi nyaman.

overall, 2 thumbs up buat penyelenggara disney on ice!


ReviewReviewReviewReviewReviewCuriouser and CuriouserApr 5, '08 11:15 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Indie Music
Artist:Santamonica
dan mereka mengajak saya ke sebuah dunia khayalan antah berantah...

Album ini banyak bercerita tentang sebuah dunia a la alice in the wonderland dimana kita singgah di sebuah tempat dan kemudian merasakan petualangan menjelajahi didalam dunia tersebut.

Dimulai dengan track yang sama dengan judul albumnya, Curiouser and Curiouser membawa saya memulai petualangan ini dengan iringan musik yang membuat saya terhisap di sebuah lorong waktu. Menanti kapan saya akan keluar dari sana dan menjejaki dunia khayalan tersebut.

Sekeluarnya saya dari track pertama, saya disambut dengan suara Dita di Better For Us Never seperti menyambut kedatangan saya di dunia tersebut. Lirik di reff yang berbunyi Everyday I run in circle, I was down with your rejection membuat saya merasa seperti di tolak kedatangannya oleh para penghuni tempat tersebut. Dan kemudian saya harus mencari pelarian lain dan sampailah saya di track Wanderlust.

Track ini lebih menyenangkan dinikmati bersama dengan video klip yang disertakan di CD-nya. Esensi atas dunia khayalan yang Santamonica buat sangat menusuk dan dapat langsung dimengerti. Lebih mudahnya, dunia yang absurd.

Seusai menikmati dunia yang absurd, saya kemudian menjelajahi track yang sedikit lebih kalem dan ke arah swing, Plain Song. Dunia ini bagai sebuah dunia berwarna-warni dengan pelangi dan langit yang cerah juga matahari yang tidak terlalu terik. Bagaikan seorang anak kecil yang membawa payung dan keranjang kecil berisi kue dan buah untuk nenek yang sedang sakit *tahu dari cerita apa kan ;P*

Ribbons and Tie adalah dunia yang tidak perlu saya deskripsikan lagi. Ia sudah banyak bercerita bahwa tanpa dongeng pun kita dapat menjalani cerita kita sendiri. Track yang memang indah, namun sayang belum sempat nonton video klipnya :(

Sekeluarnya saya dari Ribbons and Tie, saya masuk ke track Descent. Track ini seperti membuat hati gundah gulana karena terlalu banyak bersenang-senang di dunia Ribbons and Tie. Dan diakhir track ini, saya merasa seperti dibawa mundur kembali.

Yang ada, saya malah sampai di Paper Dolls. Entah kenapa, first impression saya seperti berada di sekeliling Gwen Stefani dan para Harajuku Girls-nya yang menari dan bernyanyi sambil mengelilingi saya. Yang pasti saya suka di dunia ini!

Saat senang menikmati dunia ini, saya ditarik ke dunia Silent Society. Lagu ini benar-benar membuat saya merasa di sebuah tempat yang sepi dan tak berpenghuni. Di tengah kesuraman sebuah kota, saya menapaki jalan dan mencari jejak-jejak kehidupan.

Track The Boy With Stars In His Eyes seperti memberikan saya secercah harapan bahwa saya menemukan seseorang yang ada di kota tersebut setelah berada di kota itu. Ia bahkan dapat membuat saya bersenang-bersenang di kota tersebut. Namun, sepertinya lonceng berbunyi dan saya harus pergi.

Pemberhentian terakhir merupakan Fail To Bloom. Intro-nya seakan-akan melepaskan kepergian saya ke dunia nyata dari dunia penuh khayal. Seakan-akan menembus ruang angkasa dan membuat saya terbangun kembali di tempat tidur yang empuk bersama boneka kucing kesayangan.

Benar-benar sebuah petualangan yang seru dan tiada henti oleh Santamonica. Salut untuk Dita dan Iyub yang berhasil membawa saya ke ruang tak terhingga di dunia ini.


Tracklist:
1. Curiouser and Curiouser
2. Better For Us Never
3. Wanderlust
4. Plain Song
5. Ribbons and Tie
6. Descent
7. Paper Dolls
8. Silent Society
9. The Boy With Stars In His Eyes
10. Fail To Bloom


ReviewReviewReviewReviewReviewEfek Rumah KacaNov 3, '07 11:25 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Pop
Artist:Efek Rumah Kaca
Keren! Satu kata udah ngejelasin semua. Bener-bener deh salut ama personilnya ERK yang bisa bikin album ini. Lagunya bener-bener outstanding dengan musik yang bisa dibilang pas banget.

Track kesukaanku itu "Jatuh Cinta Itu Biasa Saja", "Di Udara", "Efek Rumah Kaca", "Cinta Melulu" dan "Desember".

"Jatuh Cinta Itu Biasa Saja" itu keren banget liriknya! Tentang orang pacaran yang menganggap bahwa jatuh cinta itu ya biasa aja. Bukan suatu hal yang terlalu di besar-besarkan. Apalagi pas lirik:

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi



Kemudian ada lagu "Di Udara". Lagu ini bercerita tentang (alm.) Munir yag meninggal di atas pesawat. Karena itupula, liriknya bener-bener menggambarkan peerjuangan aktivis HAM ini.

Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan
Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti



Lagu berikutnya merupakan nama band ini, "Efek Rumah Kaca". Yang pasti, mereka membuat lagu ini terlebih dahulu sebelum memakainya menjadi nama band ini. Suka banget sama liriknya!

Daun-daun berlubang
Tak berputar energi
Wajah bumi menangis
Sedang kita tak mengerti



"Cinta Melulu" bener-bener stuck in my head! Reff-nya bikin aku terus mendendangkan lagu ini dimana-mana. Liriknya yang kocak mengenai industri musik Indonesia yang lagunya isinya tentang cinta semua.

Lagu cinta melalu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayu
Lagu cinta melulu
Apa memang karena kuping melayu
Suka yang sendu sendu



Yang terakhir adalah "Desember". Aku suka banget dengerin lagu ini pas hujan turun. Kalau hujan turun, langsung ganti lagu ini. Nuansanya bener-beenr cocok (walaupun cuma bulannya aja yang nggak cocok). Tapi liriknya indah banget deh.

Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti...
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda
Aku selalu suka sehabis hujan dibulan Desember
dibulan Desember



This album is sooo worthed to buy. Kalo kejauhan beli di aksara, di MusiKlub PIM 2 juga tersedia (tadi sih tinggal 2. aku beli satu jadinya tinggal satu deh ;p). A definitely 5-stars rating for them.


Tracklist
1.Jalang
2. Jatuh Cinta Itu Biasa Saja
3. Bukan Lawan Jenis
4. Belanja Terus Sampai Mati
5. Insomnia
6. Debu-Debu Beterbangan
7. Di Udara
8. Efek Rumah Kaca
9. Melankolia
10. Cinta Melulu
11. Sebelah Mata
12. Desember


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help